Wawako Palembang Kerahkan 37 Ribu UKM Buat Masker

Wawako Palembang Kerahkan 37 Ribu UKM Buat Masker
Wawako Palembang Fitrianti Agustinda saat meninjau langsung pembuatan masker kain.

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - Sebanyak 37 ribu Usaha Kecil Menengah (UKM) di kota Palembang akan dikerahkan membuat masker, yang akan dibagikan kepada masyarakat Palembang secara gratis. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda saat melakukan kunjungan ke UKM pengrajin masker Palembang, yang terletak di jalan Sultan Mansyur, Selasa (8/4).

"Kita bersyukur memiliki 37 ribu UKM di kota Palembang. Dan 37 ribu UKM ini akan kita giatkan untuk membuat masker, dengan standar yang sudah kita terapkan," ujarnya.

Masker yang dibuat oleh UKM dari bahan kain dan dengan lapisan yang tebal, lanjutnya, sehingga ini sudah standar kesehatan yang direkomendasikan oleh RSUD BARI Palembang. Fitri juga mengatakan, bahwa UKM tersebut tidak hanya membuat masker. Melainkan juga membuat Alat Pelindung Diri (APD) seperti pelindung muka. "Kenapa kita lakukan ini, bahwa ini sudah instruksi pusat, dan seluruh masyarakat mulai dari tanggal 6 April 2020 kemarin harus memakai masker, baik yang sehat maupun yang sakit," tuturnya.

Dikatakan Fitri, pihaknya telah melakukan teleconference bersama Walikota Palembang, Sekda dan serta jajaran kota Palembang dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), BPK dan KPK banyak sekali informasi yang disampikan, salah satunya instruksi untuk membuat masker sebanyak-banyaknya untuk dibagikan kepada warga. "Harapan kita bagi masyarakat yang keluar rumah bisa menggunakan masker. Kita akan galakan UKM untuk membuat masker dan akan kita bagikan kepada masyarakat," tutupnya.

Sementara itu, Ketua Gapeham di Palembang, Komariah mengatakan dalam sehari ditargetkan untuk menghasilkan 2.000 masker sehingga untuk mencapai target tersebut seluruh UMKM disektor sandang mengubah produksi mereka dengan membuat masker kain. "Karena order udah tidak ada lagi, jadi kita ganti pakai masker dan Alhamdulillah 2.000 masker selalu tembus. Karena seluruh UMKM yang ada di Gapeham sekitar 400 jumlahnya mengenakan produksi masker," katanya. 

Pemesanan masker kain datang dari berbagai lapisan stakholder, baik pemerintah daerah, instansi vertikal dan perusahaan yang berkantor di Palembang. "Ada juga pesanan dari Pertamina, kalau yang sedang dikerjakan ini pesanan dari Pemkot Palembang," ujarnya. 

Soal bahan yang digunakan mayoritas katun dan bolateli, karena diakui Kokom sapaan akrab Komariyah bahan kain yang akan dibuat selain itu cukup sulit didapatkan. "Karena semua berebut lah istilahnya cari barang, jadi kita gunakan katun dan bolateli untuk buat masker ," katanya. 

Di tengah Pandemi Covid-19, pihaknya tak bisa mematok harga terlalu tinggi bahkan sampai mencari untung, mengingat ini sebagai musibah yang harus kita hadapi bersama. "Kita ga patok harga mahal kasian juga, jadi satu masker kain ini di kisaran Rp 10 ribu satu buah," katanya. (saf)