Tulang Belulang Korban Pembunuhan 7 Tahun Silam Dikembalikan ke Keluarga

Tulang Belulang Korban Pembunuhan 7 Tahun Silam Dikembalikan ke Keluarga
Foto: Lily - Keluarga korban mengangkat peti berisi tulang belulang korban Sidik Purwanto

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA - Akhirnya tulang belulang korban Sidik Purwanto (61) korban pembunuhan 7 tahun silam yang ditemukan di kawasan persawahan Desa Kundur Mariana Banyuasin, akhirnya dibawa pulang pihak keluarga untuk dimakamkan, Kamis (10/9) pukul 12.30 wib.
Setelah dilakukan penyerahan oleh penyidik Unit 4 Jatanras Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel langsung kepada pihak keluarga yang diterima langsung oleh anak pertama korban Dedi Sukarno (43). Usai dilakukan pemulasaran jenazah, selanjutnya jenazah korban dibawa ke rumah duka dan rencana akan dimakamkan di TPU Tegal Binagun Plaju. "Jenazah bapak akan kami ke rumah duka baru akan dimakamkan di TPU Talang Pete Tegal Binangun," ujarnya.

Pihak keluarga pun, tidak lupa mengucapkan terimakasih atas kinerja pihak kepolisian yang berhasil menemukan jasad korban, untuk para pelaku pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada petugas hukuman yang pantas bagi para pelaku. "Untuk jajaran kepolisian khususnya unit 4 Jatanras Polda pimpinan Kompol Zainuri kami berterima kasih banyak, hukuman untuk para pelaku ini kami serahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian," ujar Dedi.

Sementara itu, Kompol Suryadi Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, membenarkan jika pihaknya secara resmi menyerahkan jenazah korban Sidik ke pihak keluarga. "Iya, hari ini tulang belulang yang dikubur 7 tahun silam sudah kita serahkan ke pihak keluarga, setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan oleh pihak rumahvsakit dan sudah kita dokumenkan," ungkap Kompol Suryadi Kasubdit III Jatanras.

Rencana ke depan, pihak kepolisian dalam hal ini Penyidik Unit 4 Subdit III akan melakukan pemeriksaan tambahan, terhadap dua pelaku yang mendapat hukuman mati, berada di dua Lembaga Permasyarakatan, di Cipinang dan di Cirebon. "Rencana ke depan anggota untuk memeriksa tambahan terhadap dua pelaku yang lain, maka itu dalam waktu dekat ini anggota meluncur ke LP dan sudah berkoordinasi dengan LP akan memeriksa dua pelaku ini yang dituntut hukuman mati," jelasnya.

Untuk satu pelaku atas nama Amir yang masih DPO, diingatkan beliau agar segera menyerahkan diri, jika tidak akan mendapatkan tindakan tegas terukur. "Satu lagi masih di DPO terus kita cari, pelaku ini berperan ikut serta membantu mengubur korban, Untuk itu saya mengimbau segera saja untuk menyerahkan diri kalau tidak ya tindakan tegas akan kami lakukan kepada DPO tersebut," ingatnya (Ly)