Simpan Foto Porno Korban, Tersangka Ancam Korban dengan Meminta Uang

Simpan Foto Porno Korban, Tersangka Ancam Korban dengan Meminta Uang
Foto: ist - Tersangka yang berhasil diamankan Polres Banyuasin

BANYUASIN, MEDIA SRIWIJAYA — Polres Banyuasin berhasil mengungkap kasus pemerasan dengan ancaman mengunggah atau mengabarkan foto porno ke publik apabila tidak mentransferkan sejumlah uang kepada tersangka berinisial AD.

Kapolres Banyuasin ABP Imam Tarmudi menjelaskan kronologi kejadian, tersangka berinisial AD menjalankan aksinya dengan menggunakan akun Facebook dan akun WhatsApp palsu serta menggunakan foto orang lain yang berwajah tampan dengan nama samaran Arya Pranata."Kemudian tersangka menyipkan bukti screenshoot WhatsApp yang dibuat sendiri, bukti Vidio uang, bukti foto uang, bukti foto saldo palsu untuk meyakinkan korban bahwa mau dikirim sejumlah uang tersebut," ujar Imam Tarmuji, Jumat (22/1) saat Konferensi Pers di halaman Polres Banyuasin.

Setelah itu, lanjut Imam tersangka dan korban berpacaran lewat WhatsApp kemudian tersangka merayu korban meminta foto bagian sensitif dari korban, namun korban menolak tetapi tersangka tetap merayu korban sampai korban mau menuruti keinginan pelaku. "Tersangka mengajak korban berhubungan badan tetapi korban tidak mau karena takut hamil. Tersangka juga meminta uang kepada korban senilai Rp 2 juta, jika tidak tersangka mengancam akan menyebarkan foto porno korban di media sosial," jelasnya seraya berucap korban sudah mengirim uang Rp 600 ke rekening tersangka.

Lanjut Imam, tersangka masih terus mengancam korban karena belum biasa mencukupi kemauanya. "Korban merasa terancam dan ketakutan akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Banyuasin," katanya.

Sementara Kasat Reskrim AKP M Ikang Adi Putra mengatakan setelah mendapat laporan Anggota Unit Pidsus langsung melakukan penyelidikan, setelah diketahui identitas pelaku langsung dilakukan penangkapan dan akhirnya pelaku berhasil diamankan ke Polres Banyuasin. "Berdasarkan dari hasil Penyelidikan Pelaku telah melakukan perbuatan tersebut sebanyak 8 kali dengan korban yang berbeda, atas perbuatannya tersangka dikenakan ancaman 6 tahun penjara" tandasnya. (ydp)