Salat Bawa Sejadah Sendiri, Semua Rumah Ibadah Wajib Jalankan Protokol Kesehatan

Salat Bawa Sejadah Sendiri, Semua Rumah Ibadah Wajib Jalankan Protokol Kesehatan
Ilustrasi salat jumat

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.com -- Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palembang membenarkan bila mulai besok semua rumah ibadah diperkenankan untuk kembali menjalankan kegiatan keagamaan. 

Kepala Kantor Kemenag Kota Palembang, Deni Priansyah menegaskan meski diperbolehkan, protokol kesehatan seperti menjaga jarak, melakukan pengecekan suhu tubuh, menyediakan tempat cuci tangan serta lainnya harus tetap dikedepankan. Selain itu, setiap pengurus rumah ibadah juga diwajibkan melengkapi surat-surat izin dari gugus tugas, mulai dari kelurahan, kecamatan, hingga Kota Palembang. Hal ini perlu dilakukan untuk mempertimbangkan apakah di kawasan rumah ibadah terdapat kasus penyebaran covid-19 atau tidak.  "Protokol kesehatan harus dilakukan. Seperti salat Jumat di masjid silakan, tapi tolong bawa sajadah masjid sendiri dari rumah, kalau sedang sakit jangan ibadah dulu ke masjid/rumah ibadah. Bagi pengurus dan pemerintah di paling bawa tetap harus ada pertimbangan soal ada tidaknya kasus penyebaran Covid-19," tegasnya, Selasa (2/6/2020). 

Deni mengatakan pada dasarnya pemerintah tidak pernah melakukan penutupan tempat/rumah ibadah. Namun hanya melakukan pergantian kegiatan ibadah yang sifatnya menimbulkan jumlah massa yang banyak dan memicu kerumunan. "Jadi kami tegaskan tidak ada penutupan, hanya dilakukan pergantian seperti salat Jumat kita ganti jadi salat zuhur. Mulai minggu ini, salat Jumat diperbolehkan, mau ada khotbah salatnya boleh tapi kita harap jangan berlama-lama," jelasnya.

Begitupun, kegiatan keagamaan lainnya baik kebaktian hari Minggu di gereja silakan dilaksanakan namun antar jamaat tetap harus berjarak, cuci tangan, pakai masker dan protokol kesehatannya harus benar-benar dilaksanakan. "Sejauh ini sudah ada beberapa masjid yang mengajukan untuk rekomendasi surat izin pelaksanaan ibadah dan sedang kita proses untuk mempertimbangkan soal sebaran kasus Covid-19 di wilayah rumah ibadah bersangkutan," jelasnya. (rel)