Rapat Penerapan Perwali No 31 Tahun 2020

Rapat  Penerapan Perwali No 31 Tahun 2020
teks:IST- Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) secara bersama Polres dan Kodim gelar rapat untuk tindak lanjuti perwali Nomor 31 tahun 2020 tentang Pedoman Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

LUBUKLINGGAU, MEDIASRIWIJAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) secara bersama Polres dan Kodim gelar rapat untuk tindak lanjuti perwali Nomor 31 tahun 2020 tentang Pedoman Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 serta akan laksanakan Operasi Yustisi dalam menegakkan perwali tersebut di Balai Kota Pemkot Lubuklinggau, Rabu (16/9).

Wakil Walikota (Wawako) Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar mengatakan sejak Maret 2020, keluarnya maklumat Kapolri tentang mematuhi protokol kesehatan untuk mengatasi Covid-19 dengan melarang kegiatan berkumpul seperti hajatan, kumpul di tempat wisata dan kegiatan lainnya yang mengumpulkan orang banyak guna memutus mata rantai Covid-19. "Dengan bantuan TNI dan Polri, Kota Lubuklinggau sendiri, khususnya masyarakat sudah taat dan mampu menekan penyebaran covid-19 di Lubuklinggau,"katanya. Soal penanganan Covid-19, sambung Wawako bahwa sudah diprediksi ada peningkatan, dengan demikian diterbitkannya Inpres Nomor 6 Tahun 2020. Untuk menegakan Perwal di Kota Lubuklinggau dilakukan Operasi Yustisi dimana Operasi Yustisi merupakan penegakan hukum bagi pelanggar Perwal Nomor 31 Tahun 2020 dengan memberikan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. "Hal yang dikhawatirkan ada lonjakan lagi di Kota Lubuklinggau, dimana sekarang ada kluster baru di Pondok Pesantren akan tetapi perlu disyukur kluster baru cepat ketahuan agar bisa di lakukan penangan sesegera mungkin,"ujar Wawako.

Selanjutnya, mengenai alat pelindung diri (APD) atau alat-alat dalam penanganan harus sesuai dengan standar karena yang harus dilindung terlebih dahulu adalah petugasnya. "Sementara untuk penyelenggaraan akad nikah di masjid agar benar-benar diperhatikan tentang disiplin protokol kesehatan. Sedangkan untuk tempat hiburan ditutup terlebih dahulu," tegas Wawako. Sementara, Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa yang diwakili oleh Kabag Ops, Kompol Ferdinan, menyampaikan mulai dari RT, Lurah dan Camat untuk sama-sama bekerja dalam memutus penyebaran Covid-19 dengan melakukan sosialisasi door to door.  "Hal ini masuk di Operasi Yustisi sementara keramaian dan tempat hiburan ditutup terlebih dahulu agar Kota Lubuklinggau masuk zona hijau," terangnya. Dikesempatan yang sama Kepala bagian Pemerintahan Setda Kota Lubuklinggau, Muhamad Rozikin menyampaikan penangan Covid-19 sudah dilakukan pada saat lomba kampung tangkal Covid-19.

"Hal ini tinggal melanjutkan lagi sama seperti lomba kampung tangkal Covid-19 karean tugas Lurah dan Camat untuk membimbing masyarakat dengan memanfaatkan aplikasi SI POKAT,"jelasnya. Untuk diketahui, Rapat dipimpin Wakil Walikota Lubuklinggau H Sulaiman Kohar didampingi oleh Sekda Kota Lubuklinggau H Rahman Sani dan Kabag Ops Polres Lubuklinggau Kompol Ferdinan. Dan diikuti oleh Staff Ahli Walikota, seluruh Asisten, Kadis Kominfo, Kadishub, Kadis Damkar, Kadinkes, Kasat Pol PP, Kabag Pemerintahan, Kabag Hukum, Kabag Kesra, seluruh Camat, seluruh Lurah dan Kapolsek Lubuklinggau. (mud)