Raja Pencuri di Kawasan Plaju Dilumpuhkan Petugas

Raja Pencuri di Kawasan Plaju Dilumpuhkan Petugas

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA - Raja pencuri di kawasan Plaju Palembang, dengan 9 Laporan Polisi (LP) sekaligus pemuja narkoba jenis sabu, tersangka Hendri alias Tojang bin Fahrul Rozi (35), tewas ditembak tim gabungan Polsek Plaju dan Tim Hanter Polrestabes Palembang, saat berada di kawasan Plaju. Kamis (6/2/2020).

Dari tangan tersangka Tojang, warga Jalan DI Panjaitan Lorong Sei Gerong Gang Prabu Kelurahan Plaju Ilir Kecamatan Plaju Palembang. Petugas penting barang bukti milik tersangka, berupa.

Satu pucuk senpira warna putih, dengan 3 butir amunisi kaliber 38 (1 butir aktif dan 2 butuh selongsong), satu bilah sajam jenis pisau cap garpu bergagang plastik warna kuning, satu buah sarung senpi, satu buah mesin gerinda, satu buah obeng, dan satu buah jam dinding. Dan satu set alat isap narkoba jenis sabu.

Mengetahui lokasi persembunyian tersangka Hendri alias Tojang, petugas kepolisian dari Polsek Plaju dan Tim Hanter Sat Reskrim Polrestabes Palembang, dibawa pimpinan Iptu M Uzir dan Aipda Agus Akbar, SH langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Saat dilakukan penangkapan, tersangka bukan hanya berusaha kabur, akan tetapi sempat menembak ke arah petugas. Karena membahayakan nyawa petugas, tersangka pun mendapat tindakan tegas terukur, membuat tersangka meregang nyawa.

"Anggota Polsek Plaju dan tim Hanter Polrestabes Palembang, berhasil mengamankan tersangka pencurian dengan pemberatan, setidaknya ada 9 Laporan Polisi yang kita terima," ungkap Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom. 

Lanjut. "Saat dilakukan penangkapan tersangka melakukan perlawanan, sehingga aparat melakukan pelumpuhan terhadap tersangka. Tersangka ini sering beraksi di kawasan Plaju Palembang, bahkan hasil penyelidikan tersangka merupakan pemain tunggal dan pengguna narkoba jenis sabu," jelasnya.

Masih dikatakan Kapolrestabes Palembang. Tersangka Hendri alias Tojang, merupakan TO, mengingat terdapat 9 Laporan Polisi terhitung dari tahun 2018 hingga tahun 2020, dari warga yang menjadi korban pencurian oleh tersangka. Tak tanggung- tanggung aksi tersangka Tojang ini bukan hanya mengasak rumah warga, akan tetapi juga mengasak tempat Sekolah dan Rumah Ibadah (masjid dan gereja).

"Ada 9 laporan polisi yang kita terima, kejadian pencurian dengan pemberatan dengan sasaran di rumah, gereja, masjid dan lain-lain, selain berhasil menangkap tersangka petugas juga mengamankan beberapa barang bukti dan senjata yang digunakan tersangka saat masih hidup," " jelasnya. (Ly).