Plt Bupati Pantau Kesiapan Kunker Kejagung

Plt Bupati Pantau Kesiapan Kunker Kejagung
teks:IST- Rapat kesiapan Kunjungan Kerja dan saat membahas Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kejaksaan Negeri Muara Enim di ruang rapat Pangrifta Nusantara Bappeda Muara Enim, Rabu (2/9).

MUARAENIM, MEDIASRIWIJAYA - Dalam rangka Kunjungan Kerja dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kejaksaan Negeri Muara Enim oleh Kajagung RI Dr H ST Burhanuddin, seluruh panitia dan wartawan yang akan meliput wajib melakukan rapid test untuk antisipasi penyebaran covid-19. "Rapid test ini harus dilakukan sesuai protokol kesehatan," ujar Plt Bupati Muara Enim H Juarsah SH didampingi Sekda Muara Enim, Kajari Muara Enim, Dandim 0404/Muara Enim dan Wakapolres Muara Enim dalam rapat kesiapan Kunjungan Kerja dan saat membahas Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kejaksaan Negeri Muara Enim di ruang rapat Pangrifta Nusantara Bappeda Muara Enim, Rabu (2/9).

Menurut H Juarsah, bahwa untuk semua seksi harus mempersiapkan kesiapan masing-masing, karena dijadwalkan Kejaksaan Agung didampingi Gubernur Sumatera Selatan dan Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan akan Kunker ke Kabupaten Muara Enim pada hari Kamis tanggal 10 September 2020 mendatang. Untuk itu jangan sampai ada kesalahan pada setiap kegiatan, pelayanan yang diberikan harus sesuai dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Selain itu, lanjut Juarsah, khusus untuk Dinas Kesehatan untuk mempersiapkan hal tersebut dengan sebaik mungkin mulai dari kendaraan ambulance berikut petugas dan obat-obatan untuk berjaga-jaga di lokasi kegiatan. Dan jika diperlukan setiap saat selalu siap stand by. Dan untuk seluruh panitia, wartawan yang meliput dan orang yang akan mengikuti kegiatan tersebut tanpa terkecuali wajib melakukan rapid test dahulu, dan jika tidak ada maka tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan tersebut. "Wajib di rapid tes demi menjaga kesehatan semua. Dijadwalkan H-3 s.d H-1 sebelum acara," tegasnya.

Hal senada dibenarkan juga oleh Kasi Intel Kejari Muara Enim Yulius yang juga humas bahwa rapid test tersebut atas permintaan Kejagung RI dan Kejati Sumsel untuk melakukan rapid test karena Muara Enim masuk dalam zona Merah. Selain itu juga dalam pelaksanaannya semuanya mematuhi protokol kesehatan.(net)