Pelindo Gaet Investor Bangun Pabrik Kopi di Sungai Lais Palembang

Pelindo Gaet Investor Bangun Pabrik Kopi di Sungai Lais Palembang
foto: IST - Walikota Palembang H Harnojoyo foto bersama jajaran Pelindo II Cabang Palembang

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - General Manager PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo II) cabang Palembang Silo Santoso ketika diwawancarai usai Audensi dengan Walikota Palembang beberapa hari yang lalu mengatakan bahwa pihaknya melaporkan adanya rencana bersama untuk membangkitkan kembali produksi kopi Sumatera Selatan agar dapat kita kelola dengan baik produksi kopi di Provinsi Sumatera Selatan. Sehingga hasil kopi Sumsel dapat memberikan  kesejahteraan yang maksimal bagi masyarakat Sumsel. Kemudian khususnya dapat meningkatkan PAD Sumsel dan Kota Palembang sendiri.

Dikatakannya bahwa peran Pelindo II saat ini selaku pengelola pelabuhan diharapkan dapat memfasilitasi lahan berupa tanah untuk dijadikan lokasi pabrik yang akan kita kembangkan untuk pelabuhan sungai lais jika masih memungkinkan  untuk pengembangan pabrik-pabrik di sekitar wilayah sungai lais. "Target utama kita adalah kita akan menarik investor pabrik kopi ini ke sungai Lais agar dapat membangun pabrik kopi di sungai Lais. Dengan demikian diharapkan nanti para petani kita yang memiliki kebun di Sumsel ini dapat mengirimkan hasil produksi kopinya ke pabrik sungai Lais di kota Palembang ini," kata Silo Sentoso.

Selain itu dikatakannya, pabrik sungai Lais ini memiliki keunggulan serta daya tarik dikarenakan jarak tempuh yang lebih dekat serta biaya angkut yang lebih efisien. Silo juga menuturkan bahwa ketika sudah ada investor yang akan membangun pabrik kopi di sungai Lais ini, maka produksi kopi bisa dikelola sehingga dapat diekspor melalui pelabuhan Boom Baru.  Silo juga menjelaskan bahwa pabrik kopi yang akan dibangun nanti berada di sekitar lahan milik Pelindo II Cabang Palembang. Lahan yang cukup memungkinkan untuk dijadikan kawasan industri ini juga termasuk pembangunan pabrik kopi ini seluas 135 hektar.

Untuk saat ini, di sekitar lokasi sudah berdiri pabrik CPO, rencananya karena lahan yang dimiliki ini cukup luas maka akan mengundang para investor untuk menanamkan modalnya di kawasan ini karena dengan adanya lokasi industri di sungai Lais, maka diharapkan juga dapat menyerap tenaga kerja termasuk warga kota Palembang yang cukup banyak memiliki basic dan kemampuan di bidangnya masing-masing. Hal ini sangat berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat khususnya warga kota Palembang. Serta dapat menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) baik Kota Palembang maupun Provinsi Sumatera Selatan umumnya.

Dikatakannya, bahwa untuk kegiatan ekspor impor kopi sendiri lebih difokuskan di Pelabuhan Boom Baru karena Pemerintah Daerah sendiri sudah memiliki program untuk pengembangan jalur lingkar Selatan (Ring Road) di mana rutenya sendiri akan melewati pelabuhan sungai Lais. "Untuk saat ini di jalan lingkar Selatan ini perlu kita ketahui bahwa kami sudah melakukan pengerasan jalan sepanjang kurang lebih 2 KM yang mana fisik jalannya sudah kita cor dan langsung terhubung dengan jalur lingkar Selatan menuju jalan Kebon Sayur (Ring Road). Jalan tersebut merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi kepadatan angkutan yang akan memasuki wilayah perkotaan di Kota Palembang. Yang kedua, kita akan menarik investor di wilayah sungai Lais dikarenakan pembatasan-pembatasan yang ada dapat diatasi di kawasan tersebut. Kemudian untuk ekspornya juga bisa kita gunakan pelabuhan sungai Lais seperti mengemas hasil produksi yang akan dimasukkan ke dalam kontainer lalu dibawa ke pelabuhan Boom Baru," ujarnya.

Sementara itu, Walikota Palembang H Harnojoyo mengatakan bahwa saat ini trasenya sedang kita upayakan melalui TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) sekitar Juni 2021 melalui Bantuan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sebesar Rp. 25 miliar sehingga diharapkan trase tersebut dapat selesai tepat waktu.

Harnojoyo juga menargetkan bahwa pekerjaan trase dan lingkar Timur tersebut dapat selesai pada tahun depan. 

Harnojoyo juga berharap apabila pembangunan lingkar Timur dan pelabuhan sungai lais ini sudah rampung dan dapat segera dioperasikan akan berdampak positif bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terutama bagi kota Palembang dan Pemerintah Provinsi Sumsel.

Selain itu, Harnojoyo juga mengajak kepada para investor untuk bersama membangun kota Palembang terutama di kawasan industri pelabuhan sungai Lais untuk membangun pabrik kopi. "Mari tanamkan modal di Kota Palembang ini di antaranya ada lahan seluas 135 hektar yang letaknya sangat strategis sekali yang mana letak geografisnya dekat dengan Pelabuhan dan dilintasi oleh jalan lingkar Timur (Ring Road)," ujar Harnojoyo. (dre)