KHIPI Gandeng Stakeholder adakan Bakti Sosial Khitan Ceria & Private Workshop Khitan Metode Flash Lem Bagi Anggota            

KHIPI Gandeng Stakeholder adakan Bakti Sosial Khitan Ceria & Private Workshop Khitan Metode Flash Lem Bagi Anggota            
Foto: andre - Suasana sunat gratis yang digelar KHIPI Cabang Palembang

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - Khitanan Preneur Indonesia (KHIPI) menggelar Bakti Sosial Khitan Ceria & Private Workshop Khitanan Metode Flash LEM bertempat di Ballroom hotel Sintesa Peninsula, Minggu (13/9).

Sebanyak 14 orang anak laki-laki dikhitan secara gratis dalam rangka kegiatan Bakti Sosial yang diadakan oleh KHIPI. dr. H. M. Andri Gunawan Ketua KHIPI yang juga sebagai Ketua ASDOKI Sumbagsel dan Ketua LKNU Sumsel ketika diwawancarai di sela proses pengkhitanan mengatakan bahwa Bakti Sosial KHIPI ini merupakan program dari komunitas Khitan Preneur Indonesia jadi Khitan Preneur Indonesia ini terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, paramedis yaitu bidan dan perawat. "Jadi kita melakukan bhakti sosial terutama kepada warga yang kurang mampu atau fakir miskin mengingat di masa wabah pandemi covid-19 ini banyak masyarakat kita yang terdampak pandemi ini. Masyarakat banyak yang membutuhkan apalagi biaya khitan saat ini cukup tinggi dengan kisaran Rp 1 juta sampai dengan Rp 2 juta, insya Allah dengan diselenggarakannya program ini diharapkan dapat membantu masyarakat kurang mampu untuk mengkhitankan anaknya.

Di samping itu juga program KHIPI ini merupakan kegiatan rutin dari khitan Preneur Indonesia diharapkan dengan bakti sosial ini dapat meningkatkan skill dan kompetensi serta kemampuan Anggota KHIPI dalam bidang khitan. dr. H. M. Andri Gunawan mengatakan bahwa target kita hari ini sebanyak 15 orang anak yang direncanakan untuk dikhitan namun karena sesuatu hal jadi pada hari ini berhalangan hadir. "Ada 13 orang anak yang dikhitan pada hari ini, ke depan kita akan melaksanakan kegiatan bhakti sosial serupa dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi. Khitan ini sendiri menggunakan Metode Flash Lem dengan metode ini khitan anak-anak sehingga proses khitan lebih cepat dan hasil yang estetis minim pendarahan dan proses penyembuhannya pun lebih cepat," ujarnya.      

Selain itu dr. Andri juga menjelaskan bahwa perbedaan khitan manual konvensional pada zaman dulu dengan menggunakan gunting biasa pendarahan cukup banyak dan juga risiko terjadinya infeksi cukup besar. Sedangkan untuk proses penyembuhannya sendiri dengan menggunakan teknologi flash LEM ini rata-rata 1 minggu atau 7 hari. Banyak faktor penyebab perawatan pasca khitan ini antara lain disebabkan oleh faktor anak itu sendiri, perawatan serta tingkat kepatuhan untuk mengkonsumsi obat. "Sedangkan untuk kegiatan bakti sosial ini ada sekitar 14 orang tim medis yang terdiri dari dokter umum, bidan dan perawat termasuk saya sebagai dokter spesialis. Ke depan kami berharap (KHIPI) dapat mengkhitankan masyarakat yang kurang mampu untuk mengkhitankan anaknya kemudian dapat bekerjasama dengan berbagai stakeholder serta beberapa instansi pemerintah maupun swasta. Alhamdulillah kegiatan bakti sosial kita pada hari ini disupport oleh BUMN  yakni PT. Pusri Palembang, Bank BNI 46 cabang Musi, Bank BNI Syari'ah Cabang Palembang dan Indosat Ooredo," tambahnya seraya menambahkan bahwa dirinya menargetkan kegiatan Bakti Sosial Khitan Ceria ini dapat diselenggarakan dua kali dalam setahun. 
                                    
Pemimpin BNI Cabang Musi Palembang Firdaus Andiko mengatakan bahwa saat ini BNI memiliki program layanan elektronik berupa Tapp Cash dan sudah menjalin kerjasama dengan KHIPI. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Firdaus Andiko, menurutnya layanan elektronik Tap Cash ini dapat memberikan kemudahan dalam pelayanan bertransaksi, BNI dengan cuma-cuma memberikan Kartu Keanggotaan sekaligus kartu pelayanan elektronik Tap Cash. "Kebetulan hari ini, kita melaksanakan kegiatan Bakti Sosial. BNI dalam acara khitanan ini turut mendukung dalam kegiatan Bakti Sosial yang diadakan oleh KHIPI ini. Untuk saat sudah ada sekitar 120 anggota KHIPI yang tergabung dalam keanggotaan yang kita buatkan kartu keanggotaannya. Selain itu, kita juga akan menjalin hubungan kerjasama dengan beberapa organisasi kemasyarakatan, komunitas, instansi pemerintah dan swasta. Tap Cash ini merupakan produk perbankan sejenis E-money dengan memiliki berbagai keunggulan untuk memudahkan user dalam melakukan berbagai transaksi pembayaran yang sifatnya untuk pelayanan publik seperti misalnya, E-tool sehingga kita tidak perlu lagi untuk mengeluarkan uang cash begitu juga dengan pembayaran parkir, Indomaret dan Alfamart. Tap Cash ini sudah tersedia di berbagai macam tempat pembayaran pelayanan publik," katanya.

Dalam acara Khitanan tersebut juga dihadiri oleh Pimpinan BNI KCP Kalidoni, Dianti Ruainy, Pimpinan Rumah Sakit yang ada di Provinsi Sumatera Selatan dan orang tua yang anaknya mengikuti program khitanan massal. (ndre)