Kapolda Sumsel Bantu Biaya Pengobatan Rusiyah Korban Kecelakaan 2019 

Kapolda Sumsel Bantu Biaya Pengobatan Rusiyah Korban Kecelakaan 2019 
Foto: Lily - Korban Rusiyah (di kursi) yang dijemput tim dari RS Bhayangkara Polda Sumsel

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA - Demi kemanusiaan, berawal dari postingan permohonan bantuan pengobatan seorang warga kurang mampu yang ditujukan kepada Gubernur Sumsel Herman Deru dan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri, akhirnya bak gayung bersambut. "Aku minta tolong kawan aku bisa dak masuki di HP anak aku ini ada jalan keluarnya, tujuan Bapak Gubernur dan Bapak Kapolda, minta tolong berobat ini," cerita Akip saat ditemui di UGD RS Bhayangkara Palembang.

Korban Rusiyah (34) warga Sungai Tenang Kelurahan Pulokerto Kecamatan Gandus Palembang, tiba-tiba tanpa disadari dijemput petugas kepolisian bersama mobil ambulan milik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, Kamis (10/9) untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan serta pengangkatan Pen pasca kecelakaan tahun 2019 lalu. Korban Rusiyah ditemani sang ayah Akip (73), merasa terkejut dirinya tidak menyangka jika anak pertamanya mendapat perawatan medis setelah dirinya sempat memposting permohonan bantuan kepada pemerintah dan pihak kepolisian. "Hari ini aku bingung mikiri anak aku ini, tahu- tahu datang orang menjemput, Aku tidak tahu orang yang jemput ini dari mana, orang mana sampai ke sini (RS) Bhayangkara, "ungkap Akip.

Dalam perjalanan Bapak korban Akip dengan seribu tanda tanya, setelah tiba di UGD RS Bhayangkara Palembang, baru tahu jika anaknya mendapat pengobatan dan perawatan. "Baru tanya dengan dokter tadi baru tahu aku katanya ini Rumah Sakit Bhayangkara Kepala Polda, alhamdulillah beliau prihatin melihat anak kami ini, alhamdulillah terima kasih besar dia bisa menolong kami, kalau kami sulit sekali untuk berobat ini sulit sekali," jelasnya.

Sementara itu atas perintah Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, melalui Kepala Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang AKBP Wahono Edhi P, langsung memenrintahkan jajarannya menjemput korban untuk mendapat perawatan di RS Bhayangkara Palembang. "Tadi pagi kita diperintahkan Bapak Kapolda untuk mengecek dan menjemput korban langsung pasien di kediamannya di Purwokerto Gandus. Kondisi korban saat ini sudah dalam penanganan pihak RS Bhayangkara Palembang," terang AKBP Wahono Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Hal senada juga disampaikan, Kompol Yunita selaku Wakil Kepala Rumah Sakit Bhayangkata Palembang, beliau menuturkan jika korban sudah dalam penanganan pihak RS Bhayangkara Palembang. "Untuk penanganannya, pasien sudah kita bawa ke UGD kita lakukan pengecekan daerah-daerah yang dikeluhkan pasien pergelangan tangan dan paha kanan yang sudah dilakukan pemasangan pen, kita lakukan pemeriksaan laboratorium foto ronsen ulang. Setelah itu kita konsultan ke dokter ortopedi untuk rencana pengangkatan pen kalau untuk biaya kita menggunakan fasilitas Rumah Sakit Bhayangkara yaitu gratis," jelasnya.

Berawal dari postingan tersebut, korban anak pertamanya bernama Rusiyah mengalami kecelakaan lalu lintas tahun 2019 yang mengakibatkan korban mengalami patah kaki sebelah kanan dan dan tangan sebelah kanan, dan sudah dioperasi tahap awal dipasang PEN di RS Pangkal Pinang menggunakan biaya ansuransi kecelakaan. Setelah menjalani operasi awal pemasangan pen tersebut akan dicabut melalui operasi kedua, untuk tahap penyembuhan secara permanen. Atas saran dan petunjuk dokter yang menanganinya, berobatlah beliau ke RS terdekat untuk mengangkat PEN tersebut, menggunakan biaya BPJS. Setelah berobat separuh jalan BPJS beliau tidak dapat dipergunakan lagi, karena dinon-aktifkan, sehingga tidak dapat melanjutkan operasi, tahap kedua untuk mengangkat pen tersebut.

Keadaan beliau memburuk setelah terjatuh dari kamar mandi, dan keadaan kaki beliau sekarang membengkak, selalu merintih kesakitan pasca terjatuh tersebut. Karena tidak ada biaya pengobatan di rumah sakit, pasca terjatuh kaki korban membengka, apalagi mengingat korban warga yang tidak mampu.(Ly)