Diduga Sakit, Penjaga Sandal Masjid Agung Palembang Meninggal

Diduga Sakit, Penjaga Sandal Masjid Agung Palembang Meninggal
Jenazah korban yang dibawa ke rumah sakit

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA - Salah satu penjaga sandal/sepatu di Masjid Agung Mahmud Badaruddin Jaya Wikrame Palembang, ditemukan meninggal dunia di lantai II Masjid, Sabtu (1/2/2020) sekitar pukul 10.00 Wib.

Korban Burhanuddin, (62) warga Jalan Mangkubumi Lorong Bunga Rt 30 Rw 16 Kelurahan 03 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang, ditemukan oleh salah satu marbod Masjid Agung, tidur beralaskan tikar plastik tanpa baju hanya mengenakan celana dan sarung kain, tidur terlentang di depan ruang sholat masjid.

Korban Burhanudin yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga sandal dan sepatu jemaah Masjid Agung Palembang ini, diduga meninggal dunia karena sakit, yang dialaminya tak kunjung sembuh.

Reza, Salah satu marbod Masjid Agung yang ikut mengevakuasi jenazah korban, menjelaskan jika korban merupakan warga yang sengaja tinggal untuk tidur di masjid sambil menjaga sandal dan sepatu jemaah masjid. "Dia bukan pengurus, dia tidur di masjid saja, di sini dia kerja jaga sandal dan sepatu sudah lama antara 3 atau 4 tahunlah," ungkap Reza.

Masih dikatakan beliau, jika korban meninggal dunia karena sakit, dan saat ini pihak keluarga sudah dikabarkab. "Ketahuan (korban meninggal) tadi pagi lah. Setahu saya korban ini sakit sudah lama, untuk keluarga dia anak istrinya ada di Tangerang dan sudah dihubungi," jelas Reza.

Kapolsek Ilir Barat (IB) 1 Palembang, Kompol Yenni, didampingi Kanit Reskrim Iptu Irsan membenarkan jika wilayah hukum (Wilkum) Polsek IB 1 Palembang, ditemukan mayat laki-laki di dalam sebuah masjid.

"Benar, sekitar pukul 10.00 Wib kami menerima laporan dari masyarakat pengurus Mesjid Agung Palembang, anggota langsung ke TKP dan sudah mengevakuadi jenazah ke RS Bhayangkara Palembang," ungkap Kompol Yenni, saat ditemui di Polsek IB 1 Palembang.

Dugaan kematian korban karena sakit, dibenarkan beliau, mengingat di tubuh korban tidak ditemukan tanda- tanda kekerasan. "Setelah kami identifikasi tidak ditemukan tanda -tanda kekerasan, diduga meninggal dalam keadaan sakit," jelasnya.

Usai dilakukan pemeriksaan, rencana jenazah akan dibawa pulang pihak keluarga. "Pihak keluarga sudah kami hubungi, untuk membuat berita acara kematian kepada pihak keluarga," ujarnya. (Ly)