Berlakukan Aturan Covid, Denda Rp 500 Ribu di Lubuklinggau

Berlakukan Aturan Covid, Denda Rp 500 Ribu di Lubuklinggau
Foto: IST - Suasana razia gabungan

LUBUKLINGGAU, MEDIASRIWIJAYA - Kamtibmas Lubuklinggau lakukan sosialisasi Peraturan Walikota (Perwali) dan razia gabungan dalam rangka menertibkan masyarakat untuk menjalankan Protokol Kesehatan dalam rangka memutus mata rantai Covid-19 di Wilayah Kota Lubuklinggau, Senin (24/8).

Kegiatan ini dipimpin Wakil Walikota Lubuklinggau H Sulaiman Kohar didampingi Kapolres AKBP Mustofa, Dandim 0406/MLM, Letkol Inf Erwinsyah Taufan serta Sekda Kota Lubuklinggau H A Rahman Sani. Kegiatan yang juga melibatkan Satpol PP, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Camat, Lurah, Damkar ini dilaksanakan dalam rangka tindak lanjut hasil rapat evaluasi penanganan pandemi covid-19 kota Lubuklinggau. Pasalnya lonjakan kasus covid-19 yang meningkat sehingga kota Lubuklinggau menjadi daerah dengan risiko tinggi atau zona merah.

Razia dan sosialisasi dilaksanakan di sepanjang jalan protokol kota Lubuklinggau, mulai dari masjid Agung Assalam, kemudian mengarah ke simpamg RCA dengan menyusuri pertokoan dan tempat nongkrong di lokasi tersebut. Penelusuran berlanjut hingga sampai ke Foodcourt. Sepanjang penelusuran lokasi-lokasi yang dianggap rawan ramai masyarakat, baik nongkrong maupun makan, ada sejumlah warga yang kedapatan tidak menggunakan masker dengan berdalih ketinggalan.

Tim terdiri TNI, Polri, Satpol PP langsung memberikan tindakan ringan berupa hukuman push up 10 kali serta teguran dan peringatan agar tetap memakai masker.

Wawako menyampaikan dalam rangka penerapan Perwali Nomor 31 Tahun 2020 tentang pedoman penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian corona virus disease 2019 yang merupakan turunan dari Inpres 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019. Dimana poin denda di antaranya jika perorangan melanggar Perwali tersebut dapat didenda maksimal Rp 500 ribu, dan untuk tempat usaha didenda maksimal Rp 5 juta dan akan diberlakukan mulai pada tanggal ditetapkan yakni Senin 24 Agustus 2020. “Di tempat usaha, kita minta mereka menyediakan tempat cuci tangan, imbauan agar memakai masker dan menjaga jarak,” kata Sulaiman Kohar.

Setiap malam akan ada petugas yang mengecek apabila melanggar akan diberikan sanksi teguran, denda dan kerja sosial sedangkan untuk pelaku usaha yang melanggar juga akan diberikan teguran, saksi denda, kerja sosial sampai penutupan tempat usaha bila melanggar. (mud).