Bantuan Pedagang Dituding Tebang Pilih

Bantuan Pedagang Dituding Tebang Pilih

BANYUASIN, MEDIA SRIWIJAYA — Pedagang di Banyuasin menuding Pemerintah kabupaten (Pemkab) Banyuasin tebang pilih dalam pembagian bantuan dana kepedagangan.

Hal itu membuat Puluhan pedagang mengeluh, lantaran tidak menerima bantuan APBD Banyuasin melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (UKM) Banyuasin. Pembagian buku tabungan bantuan tersebut dilaksanakan di areal Pasar Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, Sabtu (16/1).

Berdasarkan hasil wawancara wartawan di lapangan, banyak pedagang yang tidak mengetahui tentang dana tersebut, apalagi menurut mereka belum pernah ada petugas yang mendatangi mereka kelapak ataupun survei rumah mereka untuk mengisi formulir permohonan dan pengumuman tentang asal usul dana tersebut.

Seperti dikatakan seorang pedagang bumbu dapur, Sri mengakui tidak mendapatkan bantuan Rp 1 juta tersebut, dirinya baru mendengar kemarin dari sesama pedagang pasar bahwa ada bantuan dari Pemerintah di tenda tidak jauh dari para pedagang menjajakan dagangan mereka.

“Saya heran kok saya sebagai pedagang kecil cuma jual bumbu dapur seadanya dan rumah ngontrak tidak mendapatkan bantuan, kapan ada petugas yang mendata, semestinya saya dan pedagang kecil lainnya mendapatkan bantuan, apalagi semenjak corona ini pendapatan jual bumbu dapur turun drastis,”kata Sri.

Wanita dua anak itu berharap ke depannya mendapatkan bantuan dari Pemerintah, paling tidak dapat membantu perekonomian keluarga.

Sementara itu ada pedagang ayam potong mengakui mendapatkan bantuan bukan dari Pasar Sukajadi tetapi terdata di Pasar Serong. "Alhamdullilah saya menerima bantuan Rp 1 juta dari Bupati Banyuasin,”katanya.

Kemudian Ketua Resimen Masyarakat Miskin Banyuasin, Sepriyadi mengatakan pembagian dana tersebut sumber dananya kurang jelas. Pasalnya, di tenda 2 unit tersebut tidak ada baleho tertulis. "Semestinya dibuat bahwa ada pembagian dana dari Pemkab Banyuasin dan warga tahu," tegasnya.

lanjut Sepriyadi, agar memenuhi salah satu Program Banyuasin Transparan yang selama ini dicanangkan oleh Bupati Askolani sebaiknya informasi tentang bantuan ditempel atau diumumkan dilokasi pasar. ' agar mereka tau siapa saja telah menerima dan sumber dananya dari mana," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (UKM) Kabupaten Banyuasin, Erwin Ibrahim ST MM MBA membenarkan bahwa pihaknya pada Sabtu 16 Januari 2021 di lapangan Pasar Sukajadi bersama Bank BRI telah melakukan penyerahan buku tabungan untuk 4 pasar di wilayah Kabupaten Banyuasin seperti Pasar Sukajadi, Pasar Sukomoro, Pasar Kenten dan Pasar Sukomoro.

Namun, penyerahan dipusatkan di Pasar Sukajadi, ”Keseluruhan ada 2400 KPM kemarin 404 mendapatkan bantuan, dimana Pasar Sukajadi ada 80 Orang, Pasar Kenten ada 88 Orang, Pasar Sukamoro 200, dan Pasar Sukamoro ada 36 orang,”terangnya melalaui pesan WhatsApp.

Erwin menambahkan, tu dana APBD, bantuan bupati tahun 2020 dan sudah di salurkan melalui BRI, "sebenarnya pedagang penerima bantuan mengambil sendiri ke BRI. Tapi atas inisiatif kami, kami meminta BRI untuk membantu agar diberikan langsung ke pedagang sehingga mereka tidak perlu datang ke Bank dan kegiatan kemarin pembagian tidak ada kegiatan APBD-nya, semua di atas bantuan BRI dan kita apresiasi mereka," kata Erwin. (ydp)