Amankan Tahu Berformalin dan Kosmetik Tanpa Izin

Amankan Tahu Berformalin dan Kosmetik Tanpa Izin
Ditreskrimsus Polda Sumsel berhasil mengamankan tahu dan kosmetik tanpa izin

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA - Jajaran Unit 2 Subdit 1 Bidang Indah Ditreskrimsus Polda Sumsel, berhasil mengamankan tahu berformalin dan puluhan komestik tanpa izin edar, di dua tempat berbeda selama bulan Februari 2020.

Pertama petugas mengamankan seorang perempuan Fitri pemilik usaha 'aplikasi shopee Beauty cantik' di rumahnya di kawasan Jalan Sultan Agungorong Kepie Kelurahan 1 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang (4/2/2020).

Diduga karena tidak memiliki izin usaha, petugas menyita barang bukti seperti satu unit handphone merek Oppo warna merah, 1 buah buku tabungan BCA, 1 buah buku tabungan BRI, dan 3.428 Pcs kosmetik tanpa izin edar.

Tersangka diamankan lantaran menjual sediaan farmasi jenis kosmetik tanpa izin edar Melalui aplikasi online shopee dan Facebook, tersangka diamankan setelah petugas melakukan penyelidikan. "Kita mengamalkan kosmetik yang tidak memiliki izin edar, modusnya yang bersangkutan menjual secara online, dengan omzet perbulan mencapai 4 juta," ungkap Dirreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Anton Setyawan didampingi Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi dan Kasubdit Indah AKBP Richad, Senin (9/3/2020).

Dengan wajah tertunduk, tersangka Fitri, mengaku jika dirinya sudah dua tahun menjual barang barang kosmetik, yang dijual secara online. "Saya sudah 2 tahun berjualan kosmetik secara online, saya beli ini ada dari online juga ada di Palembang," akunya.

Untuk tersangka Fitri dijerat dengan pasal 197 untuk pasal 106 ayat 1 undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar.

Senin (9/3/2020) sekitar pukul 02.00 Wib, petugas mengamankan pemilik tahu formalin yaitu tersangka Jono Bin Udin, saat sedang mengendarai sebuah mobil panther pick up dengan nomor polisi BG 9028 AG yang berisi 46 ember cat berisi 5.520 tahu putih basah yang diketahui berformalin saat berada di Pasar Alang-Alang Lebar Km 12 Palembang.

Tersangka Jono selaku pemilik tempat pembuatan tahu putih yang berada di Jalan Sosial Lebak Jaya RT 009 RW 02 Kelurahan Sukabangun Kecamatan Sukarami Palembang, tersangka dengan sengaja memproduksi tahu dan menambah cairan formalin ke dalam air yang digunakan untuk merendam tahu putih basah tersebut sebelum diedar atau diperdagangkan luas kepada masyarakat. "Tersangka ini sudah kita intai sejak pukul 9 malam kan kita lakukan penangkapan pada pukul 2, kita juga mengamankan 1 buah mobil pick up berisi 46 ember cat berisi tahu putih basah," jelasnya.

Masih dikatakan Dirreskrimsus Polda Sumsel, dalam pemeriksaan yang dilakukan jajarannya terhadap tersangka Jono, diketahui yang bersangkutan telah memproduksi tahu selama hampir lima tahun. "Saat ini kasus masih dalam pemeriksaan dan pemberkasan, tersangka ini selain pemilik juga sebagai pembuat yang sudah lama sekitar 5 tahun," jelasnya.

Tersangka Jono, mengaku jika dirinya menproduksi tahu formalin baru satu tahu, dikarenakan adanya pesanan. "Formalin saya masukan ke dalam ember yang berisi tahu siap edar hanya beberapa tetes, tahu formalin baru berjalan 1 tahun itu pun ada yang pesan, saya mau pakai formalin biar tidak basi, tahu saya jual di Pasar 12 saja," akunya.

Tersangka dijerat dengan pasal 136 huruf b Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan Jo pasal 8 ayat 1 Permenkes RI Nomor 033 tahun 2012 tentang bahan tambahan pangan dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda 10 miliar. (Ly).